Masih Gunakan Bisphenol-A, Shareholder Coca-Cola Marah Besar
Berhati-hatilah dengan berbagai kemasan makanan atau minuman yang Anda konsumsi, karena bahan berbahaya bagi kesehatan Anda dan lingkungan mungkin masih digunakan didalamnya.
Bisphenol-A, yang dikenal dengan BPA, adalah salah satu dari sekian banyak yang biasa digunakan dalam pembuatan plastik. BPA bahkan larut dalam cairan jika digunakan dalam botol plastik.
Menurut FDA, lembaga pengawasan obat dan makanan AS, efek samping yang bisa ditimbulkannya terhadap kesehatan, juga bermacam-macam, mulai dari penyakit jantung, hati dan diabetes. Banyak perusahaan makanan tidak lagi menggunakan bahan tersebut dalam kemasannya.
Meski demikian, anehnya ada satu produsen besar minuman bermerek terkenal di dunia yang masih menggunakan bahan tersebut. Seperti yang dilansir situs Fastcompany, para pemegang saham Coca-Cola marah besar ketika mereka mengetahui bahwa plastik yang digunakan untuk melapisi aluminium pembentuk kaleng minuman softdrink tersebut masih menggunakan BPA. Padahal Coca-Cola sudah tidak menggunakan lagi bahan kimia tersebut pada kemasan botol plastiknya.
Wajar jika akhirnya para pemegang saham memutuskan untuk mengambil suara terhadap proposal berisi tuntutan agar perusahaan tersebut mengungkapkan semua langkah yang telah diambil sejauh ini. Sebanyak 22% pemegang saham mendukung proposal tersebut, artinya banyak pemegang saham yang menyadari bahwa pemakaian BPA akan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen. Penjualan tentunya juga akan mengalami penurunan. Tekanan dari para pemegang saham memang diperlukan agar tidak ada lagi bahan berbahaya dikonsumsi bersama isi produknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar